Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (FISIP USK), Dr. Hamdani M. Syam, M.A., secara resmi menyambut 672 mahasiswa baru dalam pembukaan Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) FISIP USK Tahun 2026 di Darussalam, Banda Aceh, Jumat (14/8/2026).
Para mahasiswa baru tersebut berasal dari lima program studi di lingkungan FISIP USK. Kegiatan PAKARMARU menjadi langkah awal bagi mahasiswa dalam mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menjalani kehidupan perguruan tinggi.
Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Dr. Hamdani menyampaikan pesan bahwa dunia kampus bukan hanya tempat untuk mengejar nilai, gelar, maupun ijazah semata. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus menjadi ruang pembentukan diri sebagai manusia yang berilmu sekaligus memiliki karakter tangguh sebagai bekal untuk terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Selamat datang di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USK. Selamat datang di rumah intelektual tempat kalian akan belajar, bertumbuh, berorganisasi, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Dr. Hamdani dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter memiliki kedudukan yang sangat penting dan harus berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, kecerdasan dan ilmu pengetahuan perlu dilandasi nilai-nilai moral agar dapat digunakan untuk tujuan yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karakter berada di atas segalanya, termasuk ilmu pengetahuan. Seseorang yang memiliki kecerdasan tetapi tidak memiliki kejujuran dapat menggunakan kemampuannya untuk kepentingan yang salah. Begitu pula orang berilmu tanpa keikhlasan, dapat menjadikan ilmu sebagai jalan kesombongan,” paparnya.
Oleh karena itu, Dr. Hamdani meminta seluruh mahasiswa baru untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian yang luhur, seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, kesantunan, dan rasa hormat kepada sesama.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak semata-mata diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga melalui karakter, integritas, kemampuan bekerja sama, serta kontribusi positif yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar.
Sebagai mahasiswa FISIP yang kelak banyak bersinggungan dengan ranah sosial, politik, pemerintahan, dan komunikasi, mahasiswa juga dituntut memiliki kepekaan yang tinggi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Mahasiswa FISIP harus peka terhadap berbagai persoalan sosial, memiliki keberanian menyampaikan kebenaran, mampu menghargai perbedaan, serta dapat menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat mahasiswa FISIP dipersiapkan untuk memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus memahami dinamika sosial di tengah masyarakat yang beragam. Kemampuan menghargai perbedaan, membangun dialog, dan mencari solusi secara konstruktif diharapkan menjadi bagian dari karakter mahasiswa selama menjalani proses pendidikan di FISIP USK.
Pelaksanaan PAKARMARU FISIP USK Tahun 2026 juga menjadi bagian dari kontribusi fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penyelenggaraan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter, keterampilan, dan kapasitas mahasiswa sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Penanaman nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, kepedulian sosial, serta kesempatan bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang dalam lingkungan akademik yang inklusif turut mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.
Sementara itu, pembentukan mahasiswa yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, keberanian menyampaikan kebenaran, serta penghormatan terhadap perbedaan memiliki keterkaitan erat dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang mampu berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang demokratis, damai, dan berkeadilan.
Semangat mahasiswa untuk belajar, berorganisasi, berkolaborasi, dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, terutama melalui penguatan kolaborasi dan jejaring antara mahasiswa, sivitas akademika, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menutup arahannya, Dekan FISIP USK berharap mahasiswa angkatan 2026 tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, membangun jejaring, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Jadilah generasi yang tangguh dan siap membawa perubahan positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan dimulainya PAKARMARU 2026, sebanyak 672 mahasiswa baru FISIP USK diharapkan mampu menjalani perjalanan akademiknya dengan semangat, integritas, dan karakter yang kuat. Mereka tidak hanya diharapkan menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menjadi insan intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
