BANDA ACEH – Tim peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) meluncurkan platform digital Sabang Karsa sebagai upaya memperkuat digitalisasi sektor pariwisata sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Sabang.
Platform Sabang Karsa dirancang sebagai layanan one-stop tourism yang mengintegrasikan berbagai layanan pariwisata dalam satu ekosistem digital. Inovasi ini diharapkan dapat mempermudah wisatawan dalam mengakses layanan sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan jangkauan pemasaran dan daya saing.
Sebagai bagian dari implementasi program, tim peneliti USK menggelar kegiatan penyuluhan dan pendampingan bagi mitra UMKM di Warkop 5 Kopi, Kota Sabang, pada 9 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha sektor pariwisata, termasuk penyedia penginapan, jasa penyewaan kendaraan, dan pemandu wisata.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat platform, prosedur pendaftaran, tata cara penggunaan, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan Sabang Karsa. Pendampingan secara langsung juga dilakukan untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan ekosistem digital pariwisata.
Tim peneliti menekankan pentingnya partisipasi aktif para mitra dalam menjaga kualitas layanan, transparansi harga, dan profesionalisme pelayanan. Aspek-aspek tersebut menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat citra pariwisata Kota Sabang.
Pengembangan Sabang Karsa dipimpin oleh tim peneliti FISIP USK melalui kolaborasi lintas fakultas dengan melibatkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Tim pembimbing terdiri atas Afrijal, M.I.P. dan Nurul Kamaly, M.AP. dari FISIP USK, Nabilah, S.T., M.Kom. dari FEB, serta Husaini, M.Sc. dari FMIPA. Sejumlah mahasiswa juga terlibat dalam pengembangan dan implementasi program, yakni Ghufran Indika, Abd. Gofur, dan Humaira Fatin Sausan dari FISIP, serta Teuku Fikram Al Syahbanna dan Muhammad Azlan dari FMIPA.
Tim peneliti turut menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK atas dukungan dana hibah untuk pengembangan Sabang Karsa. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ke depan, tim peneliti berkomitmen melanjutkan pendampingan, evaluasi berkala, dan pengembangan platform agar Sabang Karsa dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku UMKM, masyarakat, dan sektor pariwisata Kota Sabang.
Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui dukungan terhadap pengembangan UMKM, perluasan peluang ekonomi, dan peningkatan daya saing usaha lokal. Selain itu, program ini juga mendukung SDGs poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan teknologi digital untuk menghadirkan inovasi layanan pariwisata.
Melalui kolaborasi lintas disiplin dan penerapan hasil penelitian, FISIP USK terus mendorong inovasi yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah.
