BANDA ACEH — Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan edukasi dengan menghadirkan influencer Aceh. Langkah ini dilakukan untuk mendorong para mahasiswa agar mampu mengembangkan reputasi digital secara positif, profesional, dan berdampak di era transformasi teknologi modern.

Kegiatan tersebut berfokus pada pentingnya pengelolaan rekam jejak digital (digital footprint) serta pembuatan konten yang etis dan informatif. Kehadiran kreator konten lokal diharapkan dapat memberikan wawasan praktis mengenai dinamika industri kreatif dan strategi membangun citra diri (personal branding) di media sosial.

Perwakilan Prodi Ilmu Komunikasi USK menyampaikan bahwa mahasiswa komunikasi tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus mampu mengimplementasikannya dalam ekosistem digital. Reputasi digital yang terbangun dengan baik dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja profesional maupun kewirausahaan media.

Dalam pemaparannya, influencer yang hadir membagikan pengalaman seputar konsistensi pembuatan konten, penguatan identitas visual, hingga pengelolaan audiens. Mahasiswa diajak untuk memanfaatkan platform digital secara bijak, bukan sekadar sebagai media hiburan, melainkan sebagai sarana berjejaring dan menyampaikan gagasan yang konstruktif.

Melalui agenda ini, Prodi Ilmu Komunikasi USK berharap para mahasiswa dapat semakin adaptif, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang publik digital, serta mampu melahirkan karya-karya kreatif yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Categories: