Depok, 1 September 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (FISIP USK) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Depok, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISIP USK untuk memperkuat tata kelola fakultas, meningkatkan mutu akademik, serta mengembangkan program studi melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik dengan FISIP UI.
Benchmarking tersebut diikuti oleh perwakilan dari empat program studi di lingkungan FISIP USK, yaitu Program Studi Ilmu Politik, Program Studi Sosiologi, Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Program Studi Hubungan Internasional. Kegiatan membahas berbagai aspek pengembangan program studi, mulai dari tata kelola akademik, pengelolaan data dan mutu, penelitian, laboratorium, pembelajaran, hingga pengembangan kerja sama kelembagaan.
Dalam diskusi, FISIP UI berbagi pengalaman mengenai pentingnya pengelolaan data akademik yang akurat dan terdokumentasi. Data yang digunakan dalam penyusunan dokumen akademik maupun akreditasi perlu berasal dari sumber yang valid dan tidak hanya bersumber dari program studi, tetapi juga dapat dihimpun dari tingkat fakultas maupun lembaga riset.
Pengelolaan laboratorium juga menjadi salah satu perhatian dalam benchmarking. Laboratorium diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung pembelajaran, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Keberadaan laboratorium perlu didukung dengan tata kelola, SOP, serta bukti pemanfaatan yang jelas.
Dalam bidang penelitian, FISIP UI mendorong pengembangan roadmap penelitian yang adaptif serta membuka ruang bagi pendekatan multidisiplin dan interdisiplin. Kolaborasi penelitian juga dapat dikembangkan dengan berbagai mitra eksternal, termasuk lembaga donor, sehingga keterbatasan pendanaan internal tidak menjadi penghambat bagi pengembangan riset.
Sementara itu, pengembangan kerja sama akademik dan internasionalisasi menjadi salah satu peluang yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Berbagai bentuk kerja sama dapat dikembangkan, antara lain student exchange, short course, penelitian bersama, pendidikan degree dan non-degree, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan internasionalisasi.
Khusus dalam pengembangan Program Studi Hubungan Internasional, diskusi menyoroti pentingnya membangun kajian yang kontekstual dengan pengalaman dan dinamika Aceh. Pengalaman Aceh dalam proses perdamaian dan negosiasi, kebencanaan, serta isu kemanusiaan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kajian akademik yang berkontribusi pada pengembangan ilmu Hubungan Internasional.
Penguatan pembelajaran berbasis lapangan juga menjadi salah satu gagasan yang mengemuka. Mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung dari masyarakat melalui kegiatan lapangan maupun laboratorium masyarakat sehingga pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
Benchmarking ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi FISIP USK dalam mengadopsi berbagai praktik baik yang relevan dari FISIP UI sekaligus memperkuat kerja sama kedua institusi. Hasil pertukaran pengalaman tersebut selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, internasionalisasi, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FISIP USK untuk terus melakukan penguatan mutu secara berkelanjutan melalui pembelajaran kelembagaan, pengembangan jejaring akademik, dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi.
Langkah ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen kedua institusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pertukaran wawasan dan praktik baik (best practices) dalam bidang akademik, tata kelola, dan riset, kolaborasi ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Bermutu) dengan mendorong peningkatan standar kualitas pendidikan tinggi. Selain itu, sinergi yang terbangun antar-fakultas ilmu sosial dan ilmu politik ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui tata kelola kelembagaan yang transparan dan adaptif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperluas jaringan kerja sama strategis antar-universitas terkemuka di Indonesia.
