ACEH BESAR – Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAPAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan SAPA Masjid Heritage di Masjid Indrapuri, Aceh Besar, Minggu (19/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 mahasiswa tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, nilai budaya, dan warisan peradaban Aceh yang terdapat di Masjid Indrapuri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak tidak hanya memahami sejarah secara teoritis, tetapi juga melihat langsung keberadaan salah satu situs bersejarah di Aceh.

SAPA Masjid Heritage turut mendapat dukungan dari pimpinan FISIP USK. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua HIMAPAN FISIP USK Salman Alfarisi dan dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan (KAK) FISIP USK Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., serta sejumlah dosen dan alumni FISIP USK.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni Naufal selaku Duta Wisata Aceh Besar dan Ismawardi dari Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Indrapuri. Keduanya memberikan pemahaman mengenai sejarah dan nilai budaya Masjid Indrapuri serta pentingnya menjaga keberadaan situs bersejarah bagi generasi mendatang.

Masjid Tuha Indrapuri sendiri memiliki nilai sejarah yang kuat dalam perjalanan peradaban Aceh. Sejumlah sumber sejarah menyebutkan bahwa masjid tersebut dibangun pada awal abad ke-17 dan berdiri di atas fondasi yang berkaitan dengan peninggalan masa sebelumnya. Keberadaannya menjadi salah satu gambaran pertemuan berbagai lapisan sejarah dan kebudayaan di Aceh.

Wakil Dekan KAK FISIP USK, Dr. Masrizal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendekatkan diri dengan masjid sekaligus memahami nilai historis dan kultur yang melekat pada Masjid Indrapuri.

“Melalui SAPA Masjid Heritage, kami ingin mengajak mahasiswa untuk lebih dekat dengan sejarah yang ada di sekitar kita. Masjid Indrapuri bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting untuk dikenali serta dijaga oleh generasi muda,” ujarnya.

Ketua HIMAPAN FISIP USK, Salman Alfarisi, mengatakan SAPA Masjid Heritage merupakan bagian dari komitmen HIMAPAN untuk menghadirkan kegiatan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap sejarah dan kebudayaan Aceh.

Menurutnya, interaksi langsung mahasiswa dengan pengelola masjid, tokoh masyarakat, serta pihak yang memahami sejarah setempat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mahasiswa dapat melihat bahwa warisan sejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat yang perlu dirawat bersama.

Kegiatan SAPA Masjid Heritage juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama target 11.4 yang menekankan penguatan upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan alam dunia. Upaya HIMAPAN memperkenalkan nilai sejarah Masjid Indrapuri kepada generasi muda dapat menjadi bagian dari edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya. Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung, kegiatan ini sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan situs sejarah dan budaya di lingkungan mereka.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Afrijal, M.IP., dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan; Bahagia, M.Si., dosen Program Studi Ilmu Politik; Rizal Montes, alumni FISIP USK; Keuchik Pasar Indrapuri; BKM Masjid Indrapuri; serta Duta Wisata Aceh Besar.

SAPA Masjid Heritage kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. HIMAPAN FISIP USK berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang menghubungkan mahasiswa dengan sejarah, budaya, dan masyarakat sebagai bagian dari pengembangan wawasan sekaligus kontribusi mahasiswa dalam menjaga warisan budaya Aceh.