ACEH BESAR – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi membuka Program Desa Binaan dan Pengabdian kepada Masyarakat di Gampong Lubuk Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Program yang berlangsung sejak Sabtu (19/9/2026) ini mengusung tema “Cerdas Bermedia, Siap Berkarya dan Berdaya melalui Potensi Wisata.”

Program tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi USK dan masyarakat dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat gampong. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi USK, Deni Yanuar, S.IP., M.IKom., mengatakan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kepentingan akademik mahasiswa, tetapi juga merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama program adalah peningkatan literasi digital masyarakat. Melalui kegiatan edukasi, masyarakat didorong agar mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial secara lebih bijak, produktif, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Selain literasi digital, pengembangan potensi wisata Lubuk Sukon juga menjadi bagian dari program yang akan dikembangkan bersama masyarakat.

Upaya meningkatkan kecakapan bermedia kemudian diwujudkan melalui Seminar Literasi Digital dan Pencegahan Berita Hoaks yang digelar mahasiswa Ilmu Komunikasi USK pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan ini secara khusus menyasar masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu, dengan menghadirkan jurnalis ANTARA Aceh, Aisya Syahira, S.I.Kom., sebagai pemateri.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk tidak langsung mempercayai informasi yang diterima melalui media sosial. Mereka diperkenalkan pada pentingnya memeriksa sumber, melakukan verifikasi, membandingkan informasi dengan sumber resmi, serta mempertimbangkan dampak sebelum membagikan suatu konten. Materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, permainan, dan ice breaking sehingga lebih mudah dipahami peserta.

Melalui pendekatan tersebut, ibu-ibu di Lubuk Sukon tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penyebar informasi yang akurat dan bermanfaat. Edukasi ini sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan bermedia sosial yang lebih kritis di tengah meningkatnya penggunaan platform digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dekan FISIP USK, Dr. Hamdani M. Syam, M.A., mengapresiasi dukungan Pemerintah Gampong Lubuk Sukon terhadap pelaksanaan program. Ia menyebut tema “Cerdas Bermedia” relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif serta berkelanjutan. Ia juga membuka peluang agar model pengabdian serupa dapat dikembangkan oleh program studi lain di lingkungan USK.

Pembukaan program ditandai dengan penyerahan plakat secara simbolis kepada Kepala Desa Lubuk Sukon, pemotongan pita, serta penanaman pohon secara simbolis. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gotong royong bersama mahasiswa dan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan serta kolaborasi kedua pihak.

Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), program Desa Binaan Ilmu Komunikasi USK memiliki keterkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan literasi digital masyarakat; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya mendorong pengembangan potensi wisata desa; serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui penguatan potensi dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa. Kolaborasi mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat juga sejalan dengan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena program dilaksanakan melalui kerja sama berbagai pihak untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan.

Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK berharap kolaborasi dengan masyarakat Lubuk Sukon dapat terus berkembang, terutama dalam memperkuat literasi digital dan mengoptimalkan potensi wisata desa. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu komunikasi secara langsung sekaligus membangun pengalaman pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.