BANDA ACEH – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) memulai rangkaian kegiatan Jejak FISIP ke-6 melalui edukasi dan aksi penanaman mangrove di Lampulo Park, Banda Aceh, pada Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem.

Aksi penanaman mangrove tersebut mengintegrasikan kegiatan kemahasiswaan dengan pendidikan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi risiko abrasi pantai, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota. Keberadaan ekosistem ini juga mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadirkan perubahan positif melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Dekan FISIP USK, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., menekankan bahwa edukasi mangrove merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Pendidikan tinggi, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Penanggung Jawab Edukasi Mangrove Lampulo Park, Surya Darma, M.Si., menyambut positif kehadiran mahasiswa Jejak FISIP ke-6 yang menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang pembelajaran di alam terbuka. Ia menjelaskan bahwa kawasan mangrove Lampulo Park memiliki luas sekitar 11 hektare dan berfungsi sebagai salah satu kawasan penyangga bagi Kota Banda Aceh.

Ketua BEM FISIP USK, Hanip, turut menilai kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan mahasiswa, meningkatkan kolaborasi, serta membangun kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan dan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian Jejak FISIP ke-6 dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober hingga 2 November 2026. Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan karakter, solidaritas, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.

Kegiatan penanaman mangrove diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan tanaman dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjaga kawasan pesisir. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat dirasakan secara berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kasubbag Kemahasiswaan FISIP USK, Ibnu Kasir, S.E., Tarmizi, Rahmad Aulia, mahasiswa, serta mitra dari pengelola Edukasi Mangrove Lampulo Park.

Kegiatan Jejak FISIP ke-6 ini sejalan dengan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kepedulian terhadap perlindungan lingkungan pesisir, serta SDGs 14 (Ekosistem Lautan) melalui upaya menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove. Kegiatan ini juga mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual yang membangun kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial mahasiswa.

Melalui Jejak FISIP ke-6, FISIP USK terus mendorong kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya memperkuat solidaritas dan kepemimpinan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Aceh.