BANDA ACEH – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) MDF Al Wafa FISIP USK resmi menutup rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam kegiatan MDF Fair 2026 pada Selasa, 21 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an melalui kompetisi yang edukatif, religius, dan inspiratif.
Kegiatan penutupan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FISIP USK, Dr. Masrizal, M.A.; Pembina UKM FISIP USK, Iqbal Ahmady, S.IP., M.I.P.; para mahasiswa dan pelajar dari Banda Aceh dan Aceh Besar; pembina peserta; serta perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan FISIP USK. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme dan kebersamaan, mencerminkan semangat para peserta dalam berpartisipasi dan mengembangkan potensi diri melalui kegiatan keagamaan.
Rangkaian acara penutupan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat Badar. Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Pembina UKM FISIP USK, Iqbal Ahmady, S.IP., M.I.P., sebelum dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang dari setiap cabang perlombaan.
Ketua Umum UKM MDF Al Wafa FISIP USK, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah awal untuk memperkuat kecintaan mahasiswa dan pelajar terhadap Al-Qur’an serta menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ ini merupakan langkah awal bagi mahasiswa dan pelajar untuk semakin dekat, mengenal, mempelajari, dan mencintai Al-Qur’an. Bagi kami sebagai penyelenggara, merupakan suatu kebanggaan dapat menyaksikan antusiasme dan semangat para peserta dalam mengikuti setiap cabang perlombaan. Kegiatan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara dan siapa yang belum memperoleh kemenangan, melainkan tentang bagaimana kita menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai, pedoman kehidupan, serta inspirasi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk terus menyebarluaskan nilai-nilai Islam dan menginspirasi mahasiswa serta pelajar, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar, agar senantiasa mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” ungkap Rahmat.
Sementara itu, Ketua Panitia MDF Fair 2026, Ahmad Qasam Amrull Haq, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ tersebut. Ia menilai keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil dari kerja sama, dukungan, dan komitmen berbagai pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MTQ FISIP USK yang melibatkan mahasiswa dan pelajar SMA/MA dari Banda Aceh dan Aceh Besar telah terlaksana dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun partisipasi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Kami berharap MTQ ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, serta menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan yang lebih luas dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Ahmad Qasam.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang dari enam cabang perlombaan, yaitu Fahmil Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, Tahfiz 3 Juz, Tahfiz 5 Juz, Desain Poster, dan Pidato Bahasa Inggris. Para pemenang memperoleh sertifikat penghargaan dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan, dedikasi, serta usaha yang telah ditunjukkan selama kompetisi berlangsung.
Melalui penyelenggaraan MTQ dalam MDF Fair 2026, FISIP USK dan UKM MDF Al Wafa berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan kreativitas, tetapi juga memiliki karakter religius, berintegritas, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penutupan MDF Fair 2026 sekaligus menjadi penegasan bahwa kegiatan kemahasiswaan dapat berperan lebih luas, tidak hanya sebagai wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, penguatan nilai keislaman, dan penyebarluasan syiar Al-Qur’an di kalangan generasi muda.
