BANDA ACEH — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) secara konsisten terus mendorong penguatan kapasitas mahasiswa melalui pengembangan keterampilan sosial (social skills).

Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Social Skills bagi mahasiswa FISIP USK semester akhir. Program ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi guna mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika di lingkungan akademik, organisasi, masyarakat, hingga dunia kerja.

Pelatihan tersebut dirancang secara khusus untuk mempertajam kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi secara efektif, membangun jejaring, bekerja sama dalam tim, memecahkan masalah, mengelola perbedaan pendapat, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap profesional.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan ruang pembelajaran untuk memahami bahwa keberhasilan di bangku pendidikan maupun dunia kerja tidak semata-mata bergantung pada capaian akademis, melainkan juga ditentukan oleh kelihaian dalam berkomunikasi, beradaptasi, berkolaborasi, serta berinteraksi secara konstruktif dengan berbagai kalangan.

Dekan FISIP USK, Dr. Hamdani, M. Syam, M.A., menyampaikan bahwa pembekalan social skills merupakan fondasi penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Mahasiswa FISIP tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, berkolaborasi, membangun jejaring, dan menghadapi dinamika sosial secara konstruktif. Karena itu, penguatan social skills menjadi bagian penting dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa,” tutur Hamdani pada Rabu (16/9/2026).

Ia menambahkan bahwa lulusan FISIP memiliki cakupan ruang profesi dan pengabdian yang sangat luas. Mereka nantinya akan berinteraksi langsung dengan publik, instansi pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, media massa, hingga institusi lainnya—situasi yang sangat menuntut kecakapan interpersonal yang solid.

Dalam sesi pelatihan, para peserta diajarkan berbagai keterampilan inti, seperti komunikasi efektif, mendengarkan secara aktif (active listening), kerja sama tim, kepemimpinan, empati, teknik negosiasi, manajemen konflik, pembentukan jejaring, hingga fleksibilitas adaptasi.

Guna memastikan materi dapat diterapkan dalam realitas kehidupan, peserta diajak aktif dalam sesi diskusi, simulasi, bedah studi kasus, serta latihan kelompok.

Sejalan dengan Dekan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FISIP USK, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., mengungkapkan bahwa pada gelombang pertama ini pelatihan diikuti oleh 80 mahasiswa. Mereka dibekali tiga pilar materi utama, yakni Leadership dan Manajemen Organisasi, Public Speaking, serta Mediasi dan Negosiasi.

Masrizal mengemukakan bahwa kecakapan sosial memiliki keterkaitan erat dengan tingkat kesiapan mahasiswa memasuki pasar kerja.

“Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya mampu menyelesaikan tugas secara teknis, tetapi juga mampu bekerja dengan orang lain, menyampaikan gagasan, menerima masukan, membangun komunikasi dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama,” terangnya.

Ia berharap pelatihan ini memicu mahasiswa untuk lebih aktif terlibat dalam aktivitas organisasi kemahasiswaan, program pengabdian masyarakat, maupun berbagai bentuk kerja sama kolaboratif yang diselenggarakan oleh pihak fakultas.

Penguatan social skills ini juga difungsikan untuk mencetak mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) yang sanggup berinteraksi secara positif dengan lingkungan sosialnya. Kemampuan memahami sudut pandang orang lain, mengelola perbedaan, menumbuhkan kepercayaan, dan bekerja secara kolaboratif menjadi modal berharga bagi mahasiswa FISIP dalam mengemban peran sebagai calon pemimpin dan profesional di masa depan.

Melalui pelaksanaan program ini, FISIP USK mempertegas komitmennya dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara menyeluruh, dengan memadukan kompetensi akademis, keahlian profesional, karakter, jiwa kepemimpinan, dan kemahiran sosial.

Diharapkan keterampilan sosial ini tidak berhenti sebatas materi pelatihan semata, melainkan benar-benar dipraktikkan mahasiswa di lingkungan kampus, organisasi, kehidupan bermasyarakat, hingga menjadi bekal utama saat terjun ke lingkungan kerja profesional.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Wakil Dekan dan Ketua Program Studi di lingkungan FISIP USK serta Tenaga Kependidikan. Acara dipandu oleh Nadia Muharman, M.A., dosen FISIP USK bertindak sebagai moderator, dan menghadirkan narasumber dari kalangan alumni, seperti Irwandi, S.Sos. (Tim Sekretariat Komisi III DPRA) yang membawakan materi Leadership dan Manajemen Organisasi, Bukhari, M.H.Sc. (materi Mediasi dan Negosiasi), serta Nur Anisah, M.Si. (materi Public Speaking).

Inisiatif pelatihan ini juga selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Dengan membekali mahasiswa keterampilan non-teknis yang relevan dengan tuntutan zaman, institusi pendidikan berperan aktif dalam menciptakan pendidikan inklusif yang berorientasi pada kesiapan kerja (employability). Pembentukan karakter mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu berkolaborasi dan menyelesaikan konflik juga berkontribusi pada pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan alumni.

Categories: