
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menjalin kerja sama strategis dengan SOS Children’s Village Aceh. Prosesi penandatanganan kesepakatan bersama tersebut berlangsung khidmat di Aula FISIP USK pada Rabu (13/5/2026).
Momentum penandatanganan kerja sama ini dirangkai langsung dengan kegiatan akademik yang diinisiasi oleh Program Studi Sosiologi FISIP USK. Prodi Sosiologi menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Memutus Rantai Budaya Bungkam dan Stigma terhadap Korban Kekerasan”. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk respons nyata dunia akademik terhadap isu kritis mengenai kekerasan anak dan kekerasan seksual yang masih marak terjadi di tengah masyarakat.
Untuk mengupas tuntas fenomena tersebut, kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber utama dari lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di lini depan advokasi sosial dan kemanusiaan. Mereka adalah Rinaldi Hasan (Project Director SOS Children’s Village Banda Aceh) dan Azharul Husna (Koordinator KontraS Aceh).
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti betapa kuatnya tembok stigma yang kerap kali menyudutkan korban, sehingga membuat mereka memilih untuk menutup diri dan bungkam. Kondisi inilah yang dinilai terus melanggengkan siklus kekerasan di lingkungan sosial.
Melalui diskusi interaktif dalam kuliah umum ini, pihak FISIP USK, SOS Children’s Village, maupun KontraS Aceh menelurkan satu poin kesepakatan penting. Ketiga lembaga ini sepakat bahwa masyarakat harus diedukasi secara masif untuk menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi (non-judgmental listeners) bagi para korban kekerasan.
Penandatanganan kerja sama yang dilakukan di Aula FISIP USK ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan ke depan, baik dalam bentuk program pengabdian masyarakat, penelitian sosial bersama, hingga keterlibatan aktif mahasiswa Sosiologi USK dalam melakukan pendampingan sosial bagi anak-anak dan kelompok rentan di Aceh.
