Banda Aceh – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) siap membuka Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) dengan menargetkan sekitar 80 mahasiswa pada angkatan pertama. Pembukaan program studi ini bertujuan mencetak lulusan yang mampu berkiprah sebagai diplomat serta memperluas hubungan Aceh dan Indonesia dengan dunia internasional.
Untuk mendukung operasional prodi tersebut, FISIP USK telah mempersiapkan tiga dosen dengan latar belakang keilmuan Hubungan Internasional yang akan menjadi dosen tetap (home base). Selain itu, fakultas juga akan melakukan berbagai upaya promosi guna memperkenalkan Prodi HI kepada masyarakat, mulai dari media massa, jaringan institusi, hingga media internal kampus seperti podcast.
Dekan FISIP USK, Prof. Dr. Mahdi Syahbandir, S.H., M.Hum., mengatakan kehadiran Prodi Hubungan Internasional diharapkan mampu melahirkan lulusan yang dapat berkarier di berbagai bidang hubungan internasional, termasuk menjadi diplomat yang bertugas di luar negeri.
“Kita berharap banyak alumni HI nantinya bisa menjadi diplomat yang bekerja di luar negeri dan menjalin hubungan baik antara Indonesia dengan dunia internasional. Termasuk memperluas jaringan Aceh dengan luar negeri dalam rangka memajukan Aceh dan Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembukaan Prodi HI juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas. Namun saat ini pihak fakultas masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial-Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAM-SPAK) sebagai syarat resmi pembukaan program studi tersebut.
“Kita sebenarnya sudah disetujui untuk akreditasi minimal, tetapi masih menunggu keluarnya SK. Setelah SK itu keluar, barulah kita bisa menerima mahasiswa,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, ia mengajak para calon mahasiswa untuk memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya.
“Kita mengharapkan lulusan-lulusan terbaik dapat menggunakan peluang ini agar nantinya mereka bisa menjadi sarjana Hubungan Internasional yang mampu berkiprah di dunia internasional serta membawa nama baik FISIP USK dan Aceh,” pungkasnya.
