Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Project Based Learning (PJBL) bertajuk “Creative Move, Real Impact: Eksplorasi Ide, Strategi, dan Inovasi dalam Dunia Periklanan Digital” di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USK, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran mata kuliah Periklanan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menyusun strategi komunikasi dan periklanan digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh.
Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan influencer sekaligus konten kreator Aceh, Teuku Haswan Chalid yang dikenal dengan nama Kang Riview, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi pengalaman tentang membangun personal branding di era digital, sekaligus memberikan wawasan seputar strategi kreatif dalam dunia konten dan promosi digital.
Dosen pengampu mata kuliah Periklanan, Deni Yanuar, S.IP., M.I.Kom., menjelaskan bahwa PJBL tidak hanya menjadi ruang belajar di dalam kelas, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“PJBL ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi USK. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih intens dan aplikatif, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan UMKM,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema yang diangkat tahun ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk semakin kreatif dalam mengeksplorasi ide, menyusun strategi komunikasi, serta menghadirkan inovasi dalam praktik periklanan digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Menurut Deni, kegiatan PJBL ini merupakan puncak dari proses pembelajaran yang telah dijalani mahasiswa selama satu semester. Dalam mata kuliah Periklanan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam merancang strategi periklanan yang tepat sasaran bagi mitra UMKM di Aceh.
“Produk yang diangkat dalam proyek ini merupakan produk UMKM yang nyata. Mahasiswa belajar mulai dari mengenal dan memetakan profil mitra, melakukan riset perilaku konsumen, menganalisis kebutuhan pasar, hingga menyusun konsep komunikasi dan periklanan yang paling sesuai dengan target audiens,” jelasnya.
Ia menilai, pendekatan berbasis proyek seperti ini memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif karena mahasiswa dihadapkan langsung pada tantangan yang lazim ditemui di dunia industri kreatif dan periklanan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori periklanan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menyelesaikan persoalan komunikasi yang dihadapi UMKM.
Deni juga menyoroti keunggulan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USK pada aspek kreativitas dan kemampuan produksi konten digital. Bekal keterampilan videografi, desain konten, serta kemampuan mengelola media digital menjadi modal penting dalam menghasilkan kampanye iklan yang inovatif dan relevan dengan perkembangan tren komunikasi saat ini.
“Mahasiswa Ilmu Komunikasi memiliki kreativitas yang tinggi dan kemampuan yang baik dalam bidang videografi maupun produksi konten digital,” pungkasnya.
