BANDUNG — Tim mahasiswa lintas fakultas dari Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Bronze Medal pada ajang Bandung Essay Competition (BEC) 2026 yang digelar pada 10–11 April 2026 di Bandung, Jawa Barat. Kompetisi ini diikuti oleh 365 finalis dari 65 universitas di 16 provinsi, menjadikannya salah satu ajang esai nasional yang kompetitif.

Tim USK mengusung inovasi bertajuk “Rawa Pintar Aceh”, sebuah gagasan integrasi teknologi dalam mitigasi bencana dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Pidie Jaya. Tim terdiri dari Jusri (Fakultas Kelautan dan Perikanan) sebagai ketua, Octaviena Muharni Siahaan (Fakultas Teknik), Salsabila Rizky Vonna (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), serta Siti Sofia (Fakultas Kedokteran), di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng.

Inovasi ini mengembangkan sistem ekosistem perikanan berbasis floodplain yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas dan tinggi muka air secara real-time. Sistem ini tidak hanya mendukung produktivitas perikanan, tetapi juga berfungsi sebagai peringatan dini banjir di kawasan rawa.

Pada sesi final, Salsabila Rizky Vonna mahasiswa Sosiologi angkatan 2024 FISIP USK mewakili tim mempresentasikan gagasan tersebut di hadapan dewan juri. Penampilannya yang komprehensif berhasil meyakinkan juri hingga mengantarkan tim meraih medali perunggu. Prestasi ini mendapat apresiasi dari pimpinan USK yang menilai kolaborasi lintas disiplin sebagai kunci lahirnya inovasi solutif.

Keberhasilan “Rawa Pintar Aceh” diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai solusi nyata bagi wilayah rawan banjir di Aceh, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.

Categories: