Sebanyak 50 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala diterjunkan ke Desa Lubok Manee, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kehadiran mereka merupakan bagian dari Program Pengabdian Mahasiswa Berdampak yang menitikberatkan pada pipanisasi air bersih, penguatan ekosistem pendidikan, hingga aksi cepat tanggap membantu warga terdampak banjir.
Di bawah koordinasi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FISIP USK, Maimun, S.Pd., M.A., tim mahasiswa yang tergabung dalam program bentukan Kemdiktisaintek tersebut mengambil peran strategis dalam mendukung Pemerintah Desa Lubok Manee. Mereka melakukan pendataan dan penginputan keluarga terdampak banjir sebagai dasar pengusulan bantuan sosial (bansos) ke Kementerian Sosial RI.
Ketua BEM FISIP USK sekaligus ketua rombongan, Nabiel Azam, menyampaikan bahwa pendataan difokuskan pada sekitar 250 Kepala Keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan hunian serta keberlangsungan hidup masyarakat pascabanjir dapat segera ditangani.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh haknya secara tepat sasaran. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan memiliki kepekaan sosial, tidak hanya berperan dalam pembangunan jangka panjang, tetapi juga tanggap terhadap kebutuhan darurat masyarakat,” ujarnya.
Proses verifikasi dan penginputan data dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta mahasiswa lapangan seperti Nyak Salsabila Putri, Inayat Zakia, dan tim lainnya. Sinergi lintas unsur ini bertujuan memastikan data yang dihasilkan akurat, cepat, dan sesuai kondisi riil di lapangan.
Melalui kegiatan ini, FISIP USK kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pengabdian yang berdampak nyata, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur vital seperti akses air bersih dan penguatan pendidikan, tetapi juga dengan menjadi jembatan birokrasi bagi masyarakat desa dalam mengakses bantuan pemerintah di tengah situasi pascabencana.

